Rabu, 15 April 2020

Sederhana Bukan Dosa


Sri Dwi Murwaningsih
Sederhana menurut saya sesuatu yang nyandhak di pikiran kita, yang nyambung, yang kita tahu apa dan bisa menjelaskannya. Sederhana menurut pemikiran kita. Sederhana bagus untuk memulai menulis bagi seorang pemula, apalagi yang mulai dari nol.
Dalam bayangan orang yang belum pernah menulis, tulisan itu harus “wow”, cetar seperti yang dihasilkan oleh penulis-penulis terkenal. Kadang kita tidak pernah berpikir bahwa mereka berproses dari awal juga. Tentu hasil tulisan mereka belum sekeren yang dilihat sekarang. Walau ada juga penulis yang sekali mulai menulis langsung booming.
Bila membayangkan tulisan yang tinggi di awan, tentu kita akan takut memulainya. Dan saat tak memulai, kapan kita akan bisa. Takut akan bayang-bayang hanya akan menghambat kreatifitas kita. Menghentikan gerak kita. Menyumbat ide-ide kita.
Mulai dari yang sederhana kita goreskan pena. Mulai dari bahan yang kita menguasainya. Mulai dari topik yang kita bisa menjelaskannya. Mulai dari kalimat yang kita familiar bahasanya. Mulai dari bercerita tentang pikiran kita, perasaan kita, dan keinginan kita.
Takut diledek? Takut dicemooh? Takut dicibir?takut dikritik? Takut  tidak dianggap? So what gitu lho….apanya yang salah? Kita  mengungkapkan pikiran dan perasaan kita. Memulai dari awal. Apabila ada kekurangan di sana-sini tentulah wajar. Tak perlu takut. Ingat, perjalanan yang jauh sekalipun dimulai dari satu langkah awal. Bukankah tidak mungkin apabila kita berjalan dimulai dengan lompatan yang jauh. Kondisi seperti itu akan membuat kita mudah jatuh.
Saya suka dengan tiga tips dari ulama kondang Aam Gim. Untuk menjadi manusia yang lebih baik ada tiga hal yang perlu perhatikan. Ada tiga M: mulai dari yang kecil, mulai dari yang sederhana, mulai dari sekarang. Segala sesuatu yang bersifat mengubah menjadi lebih baik tidak perlu muluk-muluk. Cukup mulai dari yang sederhana yang kita bisa menyampaikannya, dan menguasainya.
Keberhasilan selalu dilewati dengan proses. Proses pembelajaran yang kita harus mengalaminya. Pembelajaran nyata. Pembelajaran yang kita ikut di dalamnya. Menuju lebih baik, apabila kita bertahap mengambil pengalaman dan makna di dalamnya. Trial and error, coba-coba gagal, coba lagi, dan lagi.
Menurut saya dalam dunia tulis menulis tidak ada istilah gagal. Tidak ada yang bisa menyalahkan. Bukankah tulisan itu hasil ide kreatif seseorang yang diwujudkan dalam rangkaian kalimat yang bisa dipahami orang lain? Tiada sesuatu yang baru dimulai langsung menjadi sempurna. Ada tahapan yang harus dilalui.
Tak perlu takut untuk mulai menulis. Tak perlu bingung sekarang untuk mencari ide. Tak perlu gundah akan mentog di tengah jalan. Cukup tuliskan apa yang kita pikirkan, apa yang kita alami, apa yang kita rasakan, dan apa yang kita mau. Proses yang akan membuat tulisan kita menjadi lebih baik.
Jangan takut untuk menyebarkan tulisan kita. Semakin banyak dibaca, semakin tambah orang yang bisa mengetahui kelemahan tulisan kita. Tak perlu apriori terhadap saran, kritikan, dan masukan dari orang lain. Kita harus senang dan berterimakasih kepada orang itu. Dengan memberi saran, kritik, dan masukan berarti orang tersebut membaca dan memperhatikan tulisan kita. Hal-hal seperti itu yang bisa mendewasakan kita dalam menulis.
Bila tak memulai kapan kita bisa memperbaiki? Bila tak menuliskan kapan kita bisa mengingat? Bila tak mencontohkan kapan kita bisa menasehati? Tulisan adalah warisan buat anak cucu kita. Mereka bisa mengetahui pemikiran, ide, pengalaman, cerita dari tulisan kita. Jadi mulailah menulis dari sekarang. Mulailah menulis dari yang kecil-kecil yang kita alami. Mulailah menulis dari yang paling sederhana sekalipun. Ingat sederhana itu bukan DOSA!! Jadi masih takutkah kita menulis?

2 komentar:

  1. Terima kasih Sobat. Sangat menginspirasi. Jelek bukanlah hina. Sederhana bukanlah dosa. Yess!

    BalasHapus
  2. Sangat menginspirasi bagi saya untuk belajar menulis.

    BalasHapus

Sederhana Bukan Dosa

Sri Dwi Murwaningsih Sederhana menurut saya sesuatu yang nyandhak di pikiran kita, yang nyambung, yang kita tahu apa dan bisa menjelask...